Poto Tano, Sumbawa Barat — Yayasan Bentang Alam Nusantara (Bentang) bersama kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Bua Lawah, BLUD UPTD BPSDKP Sumbawa–Sumbawa Barat, Polsus DKP Sumbawa Barat, dan Polairud wilayah Kecamatan Poto Tano melaksanakan kegiatan pengawasan dan pemantauan aktivitas pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan di kawasan Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Balu.



Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemantauan pemanfaatan sumber daya di kawasan konservasi sekaligus membangun kolaborasi antara masyarakat, pengelola kawasan, aparat pengawasan, dan organisasi masyarakat sipil dalam mendukung pengelolaan kawasan secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemantauan secara langsung terhadap aktivitas pemanfaatan perairan, khususnya kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan di dalam kawasan TWP Gili Balu. Pemantauan dilakukan dengan menggunakan aplikasi SMART Patrol sebagai instrumen untuk mendokumentasikan dan mengelola data hasil patroli secara lebih sistematis.
Data yang dikumpulkan mencakup berbagai informasi mengenai aktivitas penangkapan ikan, antara lain jenis alat tangkap yang digunakan, hasil tangkapan, jenis perahu, lokasi aktivitas, serta informasi pendukung lainnya. Pendataan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pola pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan di dalam kawasan konservasi.
Keterlibatan Pokmaswas Bua Lawah menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Sebagai kelompok masyarakat yang berada di sekitar kawasan, Pokmaswas memiliki peran dalam membantu pengawasan sekaligus memberikan informasi mengenai aktivitas pemanfaatan sumber daya yang berlangsung di wilayah perairan Gili Balu.
Sementara itu, keterlibatan BLUD UPTD BPSDKP Sumbawa–Sumbawa Barat dan unsur pengawasan pemerintah menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa hasil pemantauan dapat terintegrasi dengan kebutuhan pengelolaan kawasan. Kolaborasi lintas pihak ini juga diharapkan dapat memperkuat mekanisme pengawasan berbasis masyarakat dan data.
Data sebagai Dasar Pengelolaan Kawasan
Data hasil pemantauan yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dianalisis oleh BLUD UPTD BPSDKP Sumbawa–Sumbawa Barat. Analisis tersebut akan digunakan untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan di dalam kawasan TWP Gili Balu.
Informasi mengenai jenis alat tangkap, hasil tangkapan, jenis armada, serta lokasi dan aktivitas pemanfaatan dapat menjadi informasi penting dalam memahami dinamika pemanfaatan sumber daya di kawasan. Dengan tersedianya data lapangan yang terdokumentasi secara sistematis, pengelola kawasan memiliki basis informasi yang lebih kuat dalam menentukan kebutuhan pengawasan, pemantauan, maupun langkah pengelolaan berikutnya.
Bagi Bentang, penguatan sistem pemantauan berbasis data dan kolaborasi masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang tidak hanya berorientasi pada perlindungan ekosistem, tetapi juga mempertimbangkan aktivitas dan kebutuhan masyarakat yang memanfaatkan sumber daya secara langsung.
Melalui kegiatan ini, Bentang bersama para pihak berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan kolaboratif, pendataan aktivitas pemanfaatan, dan pemanfaatan informasi hasil patroli sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan TWP Gili Balu yang efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
#MPAGiliBalu #MonitoringConserv